Satu Rangkaian Kalimat

Setiap kita orang Islam Berhari raya, entah itu Idul Fitri atau Idul Adha, ada satu budaya yang dalam masyarakat kita selalu dilakukan, terlebih dalam Idul Fitri, budaya ini sebuah seremoni yang sangat bagus untuk selalu dilakukan, yaitu saling anjangsana ke saudara dan handaitaulan dimanapun berada, selain itu juga saling berkirim SMS ucapan selamat Hari raya dan ucapan Mohon Maaf Lahir Batin, SMS ini dulunya orang menggunakan kartu lebaran sebagai medianya, bahkan untuk seremoni yang satu ini orang rela mudik melakukan perjalanan rausan kilometer, antar pulau dia seberangi, serta ratusan ribu dikeluarkan untuk beli voucher No HP nya supaya bisa berSMS kepada seluruh handaitaulannya.

Satu rangkaian kalimat yang pasti diucapkan pada saat kita bertemu untuk saling bersalaman “ MOHON MAAF LAHIR BATIN “ , kalimat ini punya satu konsekuensi yang sangat besar bagi kita semua yang mengucapkannya, kalimat ini punya makna yaitu perwujudan pengakuan diri kita secara sepenuh hati lahir dan batin memintakan ridlo, maaf pada orang yang kita ucapkan tersebut dari seluruh kesalahan, kekhilafan, kealphaan diri pada dia, yang itu tidak peduli besar atau pun kecil, yang disengaja maupun tidak disengaja, semua itu disertai harapan dari diri kita untuk bisa mengawali kembali hubungan baik kita dengannya seperti awal dimana tidak ada kesalahan diantara kedua belah pihak, memperbaiki hubungan yang rusak, karena kealphaan kita, mempereerat sillaturahmi kembali.

Jadi kalimat ini secara lahir dan batin harus benar-benar terucap dengan penuh ketulusan hati kalau kita memohon maaf, begitu juga sebaliknya pada orang yang menerima permohonan maaf itu harus dengan ketulusan hatinya, kalimat ini jangan Cuma sekedar seromi belaka, hanya sebagai kata-kata tanpa makna, kata-kata yang terucap Cuma sebagai syarat kita berkirim salam dengan orang.

Bila kalimat ini hanya sebagai pemanis lidah, tidak mencerminkan hati kita, sehingga diri kita tidak benar-benar bersih, Seorang wali Qutub yang sangat mulia, Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsy Menjelaskan “Bersihkanlah hatimu, jangan sampai kau sembunyikan penyakit hati kepada saudaramu sesama muslim “ karena kata beliau sikap demikian inilah yang menjadi pemutus terbesar hubungan seorang hamba dengan ALLAH.

Maaf yang tidak tulus menyebabkan putus juga hubungan seorang hamba dengan ALLAH, mengapa? Karena ketidak tulusan itu berarti kita masih menyimpan atau menyembunyikan penyakit hati pada saudara kita, dan ALLAH sangat murka dengan kita jika itu terjadi, maka hal ini lah Kata Al Habib Ali merupakan sebab pemutus terbesar hubungan Allah dengan hambnya, pertanyaan pada diri kita, sudahkah kita bermaafan dengan tulus pada semua saudara kita ? Wallahu ‘Alam

By : Novianto PR

This entry was posted in Tulisanku Dari Buah Inspirasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s