Tanya Jawab Seputar Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaa’ah (1)

1. Apakah yang dimaksud dengan ilmu agama yang (hukum
mempelajarinya) fardlu ‘ain ?

Jawab: Diwajibkan atas setiap mukallaf (baligh dan berakal)
untuk mempelajari kadar ilmu agama yang ia butuhkan seperti
masalah aqidah (keyakinan), bersuci, shalat, puasa, zakat bagi yang
wajib mengeluarkannya, haji bagi yang mampu, maksiat-maksiat hati,
tangan, mata dan lain-lain.

Allah ta’ala berfirman:

Maknanya: “Katakanlah (wahai Muhammad) tidaklah sama orang
yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui” (Q.S. az-Zumar: 9)

Dalam hadits disebutkan:

Maknanya: “Menuntut ilmu agama (yang dlaruri / pokok) adalah
wajib atas setiap muslim (laki-laki dan perempuan)” (H.R. al Bayhaqi)

2. Apakah hikmah dari penciptaan jin dan manusia ?Jawab: Untuk diperintahkan Allah agar beribadah kepada-Nya.
Allah ta’ala berfirman:

Maknanya: “Dan tiadalah aku ciptakan jin dan manusia kecuali (Aku
perintahkan mereka) untuk beribadah kepada-Ku” (Q.S. adz-
Dzariyat: 56)

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

Maknanya: “Hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah
kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun” (H.R.
al Bukhari dan Muslim)

3. Bagaimanakah sahnya ibadah ?

Jawab: Beribadah kepada Allah (hanya) sah dilakukan oleh
orang yang meyakini adanya Allah dan tidak menyerupakan-Nya
dengan sesuatu apapun dari makhluk-Nya.

Allah ta’ala berfirman:

Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-
Nya dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya” (Q.S. asy-Syura:
11)

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

Maknanya: “Tuhan tidak bisa dipikirkan (dibayangkan)” (H.R. Abu
al Qasim al Anshari)

Al Ghazali berkata:

Maknanya: “Tidak sah ibadah (seorang hamba) kecuali setelah
mengetahui (Allah) yang wajib disembah”.
4. Kenapa Allah mengutus para rasul ?

Jawab: Allah mengutus para rasul untuk mengajarkan kepada
umat manusia hal-hal yang membawa kemaslahatan (kebaikan) dalam
agama dan dunia mereka. Dan untuk mengajak mereka menyembah
Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

Allah ta’ala berfirman:

Maknanya: “…Maka Allah mengutus para nabi untuk memberikan
kabar gembira dan memberi peringatan” (Q.S. al Baqarah: 213)

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

Maknanya: “Perkataan paling utama yang aku dan para nabi dengan benar sebelumku ucapkan adalah Laa Ila Ha Ilallah
tiada yang disembah kecuali Allah)” (H.R. al Bukhari)

5. Apakah arti Tauhid ?

Jawab: Tauhid adalah:

“Tauhid adalah mensucikan (Allah) yang tidak mempunyai permulaan
dari menyerupai makhluk-Nya”.
Sebagaimana dijelaskan oleh al Imam al Junayd. Maksud beliau
dengan al Qadim adalah Allah yang tidak mempunyai permulaan,
sedangkan al Muhdats adalah makhluk.

Pernyataan ini sekaligus mengandung bantahan terhadap
keyakinan Hulul dan Wahdatul Wujud13.

Allah ta’ala berfirman:

Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-
Nya dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya” (Q.S. asy-Syura:
11)

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam ditanya:

Perbuatan apa yang paling utama? Rasulullah menjawab:
Maknanya: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya” (H.R. al Bukhari)

This entry was posted in Aqidah and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s